اللهم اختم رمضان لنا ولكم بالقبول. واجعل صيامنا وصيامكم وسيلة للطهور. واجعل قيامنا وقيامكم تكفيرا للذنوب طول الدهور. اللهم ثبت حبنا وحبكم لله العزيز الغفور. وثبت و عطر حبنا و حبكم لسيدنا وحبيبنا وشفيعنا محمد وعلى أهل بيته أهل الصدق والطهور. اللهم اجعلنا وإياكم من العائدين والفا ئزين وكل عام وانتم بخير.


 

Allaahummakhtim Ramadhaana lanaa walakum bil qabuuli. Waj'al shiyaamana washiyaamakum wasiilatan liththuhuuri. Waj'al qiyaamana wa qiyaamakum takfiiran lidzdzunuubi thuuladduhuuri. Allaahumma tsabbit hubbanaa wa hubbakum lillaahil 'aziizil ghafuuri. Wa tsabbit wa 'aththir hubbanaa wa hubbakum lisayyidina wa habiinaa wa syafii'ina Muhammadin wa 'alaa ali baitihi ahlishshidqi wath thuhuuri. Allahummaj'alnaa wa iyyakum minal 'aaidiina wal faaiziina wa kullu 'aamin wa antum bikhairin

Doa ini adalah doa akhir Ramadhan yang di ijazahkan dari K.H Achmad Chalwani Nawawi Pengasuh Pondok Pesantren Berjan Purworejo, Jawa Tengah. Doa ini di baca pada akhir bulan ramdahan setelah sholat ashar.

Di samping membaca doa ini, pada malam harinya setelah pemerintah secara resmi menetapkan 1 Syawal 1446 H, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam Idul Fitri sebagaimana sabda Rasulullah:

Dalam hadits yang lain berbunyi:

اكثروا من التكبير ليلة العيدين فانهم يهدم الذنوب هدما 

Artinya, "Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa."

مَنْ قَامَ لَيْلَتَىِ الْعِيدَيْنِ لِلهِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ. (رواه الشافعي وابن ماجه)

Artinya, “Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Id (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati,” (HR As-Syafi’i dan Ibn Majah).

Pada malam Idul Fitri, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan oleh agama Islam. Beberapa amalan tersebut antara lain:

Mendengarkan Khutbah Idul Fitri: Setelah shalat Isya, sebagian umat Islam biasanya mendengarkan khutbah yang disampaikan menjelang Idul Fitri. Ini adalah cara untuk menyambut datangnya hari raya. 

Memperbanyak Dzikir: Malam Idul Fitri adalah waktu yang baik untuk memperbanyak dzikir kepada Allah, berdoa, dan memohon ampunan serta berkah.

Shalat Malam (Qiyamullail): Sebagian umat Islam juga melakukan shalat malam (tahajud) untuk berdoa, bersyukur atas segala nikmat, dan memohon ampunan Allah.

Membayar Zakat Fitrah: Zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Sebaiknya, zakat fitrah ini sudah dibayar sebelum malam Idul Fitri.

Memperbaiki hubungan dengan sesama: Malam Idul Fitri juga merupakan waktu yang tepat untuk menyambung tali silaturahmi dengan keluarga, sahabat, atau tetangga. Ini bisa dilakukan dengan saling memaafkan dan memperbaiki hubungan yang mungkin sebelumnya ada masalah.

Bersedekah: Selain zakat fitrah, bersedekah pada malam Idul Fitri juga sangat dianjurkan. Ini adalah cara untuk membantu orang yang membutuhkan dan memperoleh keberkahan dari Allah.

Dengan melakukan amalan-amalan tersebut, diharapkan umat Islam dapat menyambut hari raya Idul Fitri dengan penuh berkah, kebahagiaan, dan diterima amal ibadahnya.