Berikut ini cara membayar zakat fitrah:
1. Menunaikan zakat fitrah yang sesuai bagi mayoritas masyarakat Indonesia adalah menggunakan beras, di beberapa daerah yang tidak menggunakan beras dapat menyesuaikan sesuai makanan pokok masing-masing.
Ulama berbeda pendapat tentang ukuran zakat fitrah yang harus di keluarkan :
1. Menurut madzhab Maliki, satu sha' sama dengan 4 mud, dan 1 mud sama dengan 675 gram. Jadi 1 sha' sama dengan 2700 gram ( 2,7 kg ).
2. Menurut Imam Al-Rafi'i dan Madzhab Syafi'i 1 sha' jika dikonversikan satuan gram, sama dengan 2751 gram ( 2,75 kg ).
3. Dari kalangan Hanbali bependapat 1 sha' sama dengan 2,2 kg.
4. Imam Hanafi ukuran 1 sha' lebih tinggi dari ulama lainya, yakni 3,8 kg.
2. Menentukan tanggungan zakat fitrah yang wajib dibayarkan yaitu diri sendiri dan orang-orang yang nafkahnya di bawah tanggung jawabnya. Berikut ini orang yang wajib di bayarkan zakatnya: * Istri * Anak-anak * Orang tua yang tidak mampu sedangkan anaknya mampu.
3. Zakat harus diberikan kepada asnaf ( golongan penerima zakat ) baik langsung atau dibantu panitia penyalur zakat.
4. Berniat saat membayar zakat, berikut niat membayar zakat.
1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardhan lillaahi ta’aalaa
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an zaujatii fardhan lillaahi ta’aalaa
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an waladii … fardhan lillaahi ta’aalaa
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an bintii … fardhan lillaahi ta’aalaa
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘anni wa ‘an jamii’i ma yalzamunii nafaqaatuhum syar’an fardhan lillaahi ta’aalaa
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an (…) fardhan lillaahi ta’aalaa
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
5. Apabila tidak sempat atau tidak tahu cara membayar zakat secara langsung , makan dapat membayar melalui amil yang terpecaya atau panitia zakat di daerah setempat.
6. Perhatikan batas waktu pembayaran zakat.
Berikut ini 5 waktu pembayaran zakat fitrah
1. Waktu Mubah yaitu sejak awal ramadhan hingga akhir ramadhan . Artinya, tidak boleh membayar sebelum masuk bulan ramadhan.
2. Waktu Wajib pada akhir Ramdahan dan awal Syawal . Dalam hal ini, kewajiban membayar zakat fitrah berlaku bagi orang yang mengalami hidup pada sebagian waktu Ramadhan dan sebagian waktu syawal meski sejenak.
3. Waktu Sunnah sebelum shalat id berlangsung, waktu ini berlangsung sejak malam takbiran hingga pagi sebelum shalat idul fitri.
4. Waktu Makruh setelah sholat idul fitri hingga tanggal 1 syawal berakhir atau pada waktu mahrib hari raya idul fitri.
5. Waktu Haram yaitu setelah tanggal 1 syawal berakhir.
7. Berdoa setelah membayar zakat . Berikut ini doa setelah membayar zakat :
اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلَا تَجْعَلْهَا مَغْرَمًا
Arab latin: Allahummaj-'alha maghnaman wa la taj'alha maghraman.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah (zakatku) ini sebagai keberuntungan bagiku (untuk dunia dan akhiratku) dan janganlah Engkau menjadikannya sebagai denda (yang menimbulkan kegundahan di hatiku)."